Fri04182014

Last update01:44:06 PM

Iklan_Sirsak_Yes
Selamat_Datang
Kopi__Cap_Jempol_

Indonesia Semakin Tertinggal Dari Malaysia

  • PDF

Oleh  A.S Patimarajo

Ampera_SalimBeberapa waktu lalu saya berkunjung ke Malaysia, Singapura dan Thailan. Dari kunjungan itu, banyak pengalaman yang diperoleh. Salah satunya,  adalah begitu memasuki wilayah Negeri Kerajaan Malaysia, dari udara terlihat hamparan hijau kebun sawit memenuhi tanah Semenanjung. Tak lama setelah itu pesawat Air Asia yang saya tumpangi, mendekati dan mendarat di bandara LCCT yang terletak di tengah hijaunya kebun sawit.

Bandara ini salah satu dari Bandara Antar Bangsa yang ada di Kualalumpur. Sungguh mengagumkan. Kehadiran sebuah bandara di tengah lebatnya sawit. Tapi, itulah Malaysia.  Negara yang telah berhasil memanfaatkan hutannya menjadi hutan produktif. Sawit benar-benar telah menjadi pilar penyangga perekonomian negara itu.

Jiran Malaysia, memang kini telah melangkah jauh di depan. Negara ini seakan menunjukkan kepada Indonesia, bagaimana menata berbagai persoalan kehidupan dengan baik.Pertama soal kebersihan. Sepanjang jalan dari bandara LCCT ke sampai menuju lebuh raya yang menghubungkan Kuala Lumpur dan Malaka, terlihat tatanan pemukiman yang apik, teratur rapi.

Kebersihan sepanjang pinggir jalan, telah memperlihatkan bahwa warga negara ini mengerti betul soal sampah.Sampah bagi kita di Indonesia masih dianggap sepele. Sehingga banyak yang membuang kulit kacang dari jendela mobil yang sedang melaju. Begitu juga dengan puntung rokok yang tak mengenal tempat, hampir disemua tempat di Indonesia bisa kita dapatkan sisa makanan hisap itu.

Malah di depan tulisan no smoking pun puntung rokok masih berserakan. Apalagi di bawah meja, di kaki kursi, di sudut ruangan. Tak hanya itu di dalam masjid tempat ibadah pun puntung rokok masih meninggalkan bekas.

Itulah Indonesia.,Masyarakatnya indun masih belum peduli dengan kesehatan, kata orang sana.Kita tak boleh pula marah kalau diremehkan. Sebab memang begitu keadaannya. Jika dilihat sepanjang jalan terlihat kebersihan terpelihara. Kayunya yang tumbuh sepanjang jalan tersusun rapi. Di balik hijaunya kayu terlihat kawat rajut memagar.

Hal ini diperlukan supaya ternak tak ada yang melintas jalan raya. Itulah pemandangan  yang terlihat sejak dari Kualalumpur sampai batas negaranya dengan Bangkok.Sepanjang jalan yang kami lewati di beberapa kota tampak bersih pinggirannya dari rumput yang menyamak. Meski air yang mengalir itu keruh, tetapi tidak ada sampah yang mengalir di pemukaan air meski sepotong kertas.Kenapa  mereka bisa seperti itu? Jawabannya disiplin pribadi.

Jika diperhatikan  sepanjang jalan mulai dari Johor, Melaka, Selangor, Perak, Kedah hingga Perlis yang  berbatas dengan Thailan, tampaklah betapa apik dan bersihnya jalan raya dua jalur yang dimiliki negara itu.Pada daerah tertentu dalam jarak satu jam perjalanan, ada tempat istirahat melepas lelah, lengkap dengan restoran dan surau tempat sembahyang. Ada satu yang menarik, nama surau tetap dipakai oleh masyarakat Malaysia.

Orang di sini tidak kenal istilah langgar atau mushalla.Pada setiap surau disediakan tempat mandi dan tempat berwuduk. Airnya bersih. Tempat wuduk dan tempat sembahyang antara laki-laki dan perempuan dipisah. Tidak bercampur dalam satu surau yang batas kain seperti yang lazim di negara kita.Setiap tempat istirahat, ada pengelola kebersihannya.

Mereka tampak duduk dan awas dengan pekerjaannya. Pekerja berpakaian seragam dengan handuk kecil melingkar di pundak, itu setia di tempat duduknya ketika tamu datang.??Begitu tetamu beranjak meninggalkan tempat itu, pekerja kebersihan langsung membersihkan tandas (wc) dan kamar mandi serta membereskan kain-kain sarung dalam surau.

Sepanjang yang kami saksikan, tidak ada anak-anak mengusik, atau menjaja barang. Begitu juga tidak ada orang minta-minta yang duduk dengan ketiding uang. Tukang parkir baik yang resmi atau pun liar tidak ditemukan. Sehingga tetamu benar-benar merasa nyaman. Malaysia memang sudah siap menyambut tahun kunjungan wisata. Mereka sudah maju selangkah. ***  

Last Updated on Monday, 20 June 2011 10:43

Arsip Berita

< June 2011 >
Mo Tu We Th Fr Sa Su
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2177
mod_vvisit_counterKemarin1799
mod_vvisit_counterMinggu ini16710
mod_vvisit_counterMinggu lalu11554
mod_vvisit_counterBulan ini37363
mod_vvisit_counterBulan lalu185213
mod_vvisit_counterAll days1315056

We have: 8 guests, 15 bots online
IP Anda: 54.205.166.220
 , 
Today: Apr 18, 2014
Lapeh_Bugih_Oh_Ye

Vinaora World Time Clock

Pesanan_Iklan_Anda

GEMPA TERKINI

banner ads
Detail Gempa